Memang ada-ada saja keinginan ibu-ibu hamil. Salah satunya ya dirikuh ini! Di kehamilan yang sudah menginjak bulan ketiga ini rasanya malah makin menjadi-jadi anehnya. Akhirnya mau tak mau sang suami pun ikut kebagian pusingnya. Syukurlah Bangpay yang saking senangnya mo jadi bapak itu gak pernah ngeluh. Mulai dari mijitin tubuhku yang selalu pegal-pegal disemua bagian, mengingatkan dirikuh di saat-saat harus minum susu dan vitamin (karena sebelumnya dirikuh tidak terbiasa sama sekali dengan itu), membuatkan makanan ketika aku lapar di tengah malam, menenangkan dan membelaiku ketika dirikuh tiba-tiba terjaga dari tidur dan maaaasih banyak lagi.
JUJUR!! Diriku sama sekali tak bermaksud membuatnya “menderita” seperti itu. Tak ada niat untuk sengaja membuatnya lelah atau yang suka disebut orang “meminta perhatian yang lebih dari biasanya”. Tapi ya itu… ada saja yang timbul tenggelam. Makanya, sebisa mungkin di saat aku masih bisa menahannya, akupun mencoba untuk tidak mengusiknya. Kadang suka tak tega membangunkannya dari tidurnya yang lelap. Wajah itu begitu damai.
Namun akhirnya di suatu hari, ketika jam sudah menunjukkan pukul lima sore (saat-saat dimana semua pegawai di kantorku pulang ke rumah masing-masing) Bangpay menjemputku. Dalam perjalanan pulang Bangpay bertanya “mo makan apa, neng?”. Akupun menjawab “kayaknya neng pengen maem sate ayam, bang. Itu tuh sate ayam langganan kita”. Akhirnya Buriq (motor kami) yang semula diarahkan ke rumah berbelok ke arah dimana abang sate itu biasanya jualan. Dalam hati mulai khawatir kalo-kalo si abang sate gak bisa ditemukan, waduh berdosalah dirikuh membuat suamikuh yang sedang capek-capeknya ini kesana-kemari hanya demi sate ayam! ” Ya Allah, kumohon kali ini untuk tidak membuatnya lebih capek lagi!” doaku. Tak berapa lama kemudian muncullah sang penjual sate itu. Alhamdulillah!! Hatiku gembira, riang tak terkira! Masalahnya di Ternate ituw yang jualan sate ayam hanya lima orang saja, tapi nyarinya syusyah sekali!
Akhirnya kami pulang dengan hati riang dan membawa dua porsi sate ayam yang kalo di Ternate itu harganya bisa dua kali lipat dari harga sate ayam di Gorontalo atow bahkan di Jawa sana! Tapi bukan itu intinya, yang penting makan! Makan!
Oh iya..ada satu lagi yang jadi penyebab turunnya berat badan Bangpay yaitu seringnya dia makan mengikuti menu dan porsiku. Memang sih punyaku sering gak habis, tapi tetap saja kurasa tak seberapa yang biasanya dia makan (wah ketahuan suamikuh suka makan banyak!).
Untuk Bangpay tercinta : Bagaimana kubisa berhenti mencintaimu sementara dirimu tak pernah lelah untuk memberi cinta yang berlimpah. Terima kasih sudah membuatku merasa kuat dan tenang ada disampingmuh!!!
Wad mas Adis : Cinta Itu Memang Buta, saking butanya gak kenal rasa lelah! Entah lelah fisik maupun bathin!!


BINI | aku selalu mencintaimu. itu saja.
ADIS | enak tho punya bini?? ada yang posting ginian….
Oleh: kalangkabut on Februari 12, 2008
at 8:12 am