Oleh: thebini | April 22, 2008

Coret-coretan

Hujan di pagi ini begitu deras. Tapi tidak mampu memadamkan api kecil yang menyala di hatiku. Ia hanya bisa menyamarkan wajah yang dibasahi oleh air mata.

Takut. Aku takut api yang begitu kecil bisa membakar hatiku. Ia bisa saja merampas semua yang kumiliki.

Luka itu sudah lama tertutup. Tapi mengapa aku masih bisa merasakan perihnya? Seolah makin hari  sakitnya makin menjalar di sekujur tubuhku.

Kyaaaaaa….. wadouw… kok malah nulis yang beginian tho, ka? Ah sebelum makin kacau saja, mending baca buku sajah…

—kabur—


Tanggapan

  1. —perempuan yang aneh—-

    ….ngabur!

  2. hehe tulisan yang aneh :p

  3. iya nih… gak tau lagi kesambet apa tiba2 nulis begituan…

    apa karena terlalu sering kehujanan yak??

    huehehehhee….

  4. ato lagi cemburu ka?

    *ngacir sebelum ditimpuk*

    ;)

  5. cemburu?
    hmmm… bisa jadi.. mungkin… wah iya iya…
    ide bagus…

  6. —perempuan yang aneh—-
    begitu kata Bangpay…

    ni yang aneh tika-nya ato Bangpay-nya???
    ato 22nya???
    -kabur…..-

    sama-sama aneh sih (aku tak ingin mengingkarinya, sayang!). Bedanya dia ganteng, aku cantik!!!
    —narsis mode on—

  7. saya pakai kata perempuan lho…. jadi bukan saya!

    —ngumpet di bawah pohon kecambah—

    hah!!! ada raksasa kecambah !!!


Beri tanggapan

Your response:

Kategori